Hello English Learners! Kamu pernah nggak membayangkan suatu kondisi yang sebenarnya belum terjadi, tidak terjadi, atau bahkan sudah tidak mungkin terjadi? Nah, dalam bahasa Inggris kita bisa mengungkapkan kondisi seperti itu menggunakan conditional sentence.
Conditional sentence dalam bahasa Inggris adalah kalimat untuk menjelaskan suatu kondisi dan hasil yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Singkatnya, ini adalah kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris. Kalimat ini biasanya menggunakan kata if yang berarti “jika” atau “apabila”.
Ada dua bagian utama dalam conditional sentence, yaitu if clause dan main clause. If clause merupakan bagian kalimat yang berisi kondisi atau syarat. Sementara itu, main clause merupakan bagian yang menunjukkan hasil dari kondisi tersebut.
Contohnya:
If I have enough money, I will buy a new laptop.
(Jika saya memiliki cukup uang, saya akan membeli laptop baru.)
Pada kalimat tersebut, if I have enough money merupakan if clause, sedangkan I will buy a new laptop merupakan main clause.
Conditional sentence dalam bahasa Inggris terdiri dari empat jenis, yaitu conditional sentence type 0, type 1, type 2, dan type 3.
Jenis Conditional Sentence
Tiap jenis Conditional Sentence memiliki fungsi dan pola kalimat yang berbeda. Apa saja perbedaannya? Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Conditional Sentence Type 0
Conditional sentence type 0 digunakan untuk menyatakan kebenaran umum, fakta, kebiasaan, atau hubungan sebab-akibat yang selalu terjadi ketika kondisi tertentu terpenuhi.
Jadi, conditional sentence type 0 tidak digunakan untuk membicarakan sesuatu yang hanya mungkin terjadi di masa depan. Kondisinya dianggap sebagai sesuatu yang memang berlaku secara umum.
Rumus:
If + Simple Present, Simple Present
Atau:
Simple Present + if + Simple Present
Jika if clause berada di awal kalimat, gunakan koma setelahnya. Namun, jika if clause berada di belakang, tidak perlu menggunakan koma.
Contohnya:
- If you heat chocolate, it melts.
(Jika kamu memanaskan cokelat, cokelat tersebut mencair.) - The grass gets wet if it rains.
(Rumput menjadi basah jika hujan.)
Conditional sentence type 0 juga bisa digunakan untuk menyatakan kebiasaan seseorang.
Contohnya:
He goes to the canteen when it’s time to break.
(Dia pergi ke kantin ketika waktunya istirahat.)
Kalimat tersebut menunjukkan kebiasaan yang dilakukan ketika kondisi tertentu terjadi.
Baca juga: Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 0, 1, 2, 3, Lengkap!
2. Conditional Sentence Type 1
Conditional sentence type 1 digunakan untuk membicarakan situasi yang realistis dan mungkin terjadi di masa depan jika syarat tertentu terpenuhi.
Jadi, kondisi pada type 1 masih mungkin terjadi. Hasilnya juga mungkin terjadi jika kondisi atau syaratnya benar-benar terpenuhi. Misalnya, kamu belum memiliki cukup uang sekarang, tetapi ada kemungkinan kamu akan memilikinya nanti.
Rumus:
If + Simple Present, Subject + will + V1
Atau:
Subject + will + V1 + if + Simple Present
Contohnya:
- If you help me, I will give you some money.
(Jika kamu membantuku, aku akan memberimu sejumlah uang.) - If our team wins the match, we will be very happy.
(Jika tim kami memenangkan pertandingan, kami akan sangat senang.) - Lula will forgive you if you call her tonight.
(Lula akan memaafkanmu jika kamu meneleponnya malam ini.)
Perhatikan bahwa setelah if, kita menggunakan Simple Present, bukan Subject + will.
Contohnya:
If I have enough money, I will buy a new laptop.
Bukan:
If I will have enough money, I will buy a new laptop.
3. Conditional Sentence Type 2
Conditional sentence type 2 digunakan untuk membicarakan situasi yang tidak nyata atau tidak sesuai dengan kondisi sekarang. Pengandaian ini juga dapat digunakan untuk membicarakan situasi di masa depan yang dianggap tidak realistis atau kecil kemungkinan terjadi.
Rumus:
If + Simple Past, Subject + would + V1
Atau:
Subject + would + V1 + if + Simple Past
Contohnya:
- If I were you, I would be very angry.
(Jika aku menjadi kamu, aku akan sangat marah.) - If I were Superman, I would fly to the Moon.
(Jika aku menjadi Superman, aku akan terbang ke Bulan.) - If I had more money, I would buy a new phone.
(Jika aku punya lebih banyak uang, aku akan membeli ponsel baru.)
Perhatikan penggunaan were. Bentuk were sering digunakan dalam pengandaian jika “aku” berada di posisi orang lain, seperti If I were you.
Baca juga: Kapan Menggunakan Was dan Were?
4. Conditional Sentence Type 3
Conditional sentence type 3 digunakan untuk membicarakan pengandaian terhadap kondisi di masa lalu yang sudah terjadi dan tidak dapat diubah lagi. Jadi, conditional sentence type 3 biasanya berhubungan dengan penyesalan.
Singkatnya, kita membayangkan sesuatu yang berbeda dari kenyataan yang sudah terjadi di masa lalu.
Rumus:
If + Past Perfect, Subject + would have + V3
Atau:
Subject + would have + V3 + if + Past Perfect
Contohnya:
- If I had left my house earlier, I wouldn’t have missed the bus.
(Jika saya berangkat dari rumah lebih awal, saya tidak akan ketinggalan bus.)
Faktanya, saya berangkat terlambat sehingga saya ketinggalan bus.
- If Jono had studied hard, he would have passed the exam.
(Jika Jono belajar dengan sungguh-sungguh, dia akan lulus ujian.)
Faktanya, Jono tidak belajar dengan sungguh-sungguh sehingga dia tidak lulus ujian.
- You wouldn’t have been sick if you hadn’t eaten too much.
(Kamu tidak akan sakit jika kamu tidak makan terlalu banyak.)
Faktanya, kamu makan terlalu banyak sehingga kamu sakit.
Perbedaan Conditional Sentence Type 0, 1, 2, dan 3
Supaya lebih mudah membedakannya, kamu bisa melihat tabel berikut:
| Type | Penggunaan | Rumus | Contoh |
| Type 0 | Fakta umum atau kebiasaan | If + Simple Present, Simple Present | If you heat ice, it melts. |
| Type 1 | Kondisi yang realistis dan mungkin terjadi | If + Simple Present, will + V1 | If I have money, I will buy it. |
| Type 2 | Kondisi yang tidak nyata atau bertentangan dengan keadaan sekarang | If + Simple Past, would + V1 | If I had money, I would buy it. |
| Type 3 | Pengandaian terhadap masa lalu | If + Past Perfect, would have + V3 | If I had had money, I would have bought it. |
Kalau masih bingung, kamu bisa mengingatnya dengan cara sederhana:
Type 0 → selalu terjadi
Type 1 → mungkin terjadi
Type 2 → berandai-andai sekarang
Type 3 → berandai-andai tentang masa lalu
Berikut penjelasan berdasarkan bagian Conditional Clause (If Clause) dan Main Clause


Baca juga: Contoh Dialog dengan Conditional Sentence beserta Terjemahannya, Lengkap!
Kesimpulan
Conditional sentence atau kalimat pengandaian digunakan untuk membicarakan suatu kondisi dan hasil yang berkaitan dengan kondisi tersebut.
Ada empat jenis conditional sentence yang perlu kamu pahami. Conditional sentence type 0 digunakan untuk menyatakan fakta umum atau kebiasaan. Type 1 digunakan untuk kondisi yang realistis dan mungkin terjadi. Type 2 digunakan untuk membicarakan kondisi yang tidak nyata atau bertentangan dengan keadaan sekarang. Sedangkan type 3 digunakan untuk membicarakan pengandaian terhadap sesuatu yang sudah terjadi di masa lalu.
Nah, sekarang kamu sudah tahu kan perbedaan conditional sentence type 0, 1, 2, dan 3? Jangan hanya membaca contoh-contohnya saja. Coba buat contoh conditional sentence versi kamu sendiri supaya semakin terbiasa menggunakannya. Tulis di buku latihanmu ya!
Kalau kamu sudah memahami penggunaan Conditional Formatting, kamu bisa belajar bahasa Inggris lebih lanjut mulai dari vocabulary, grammar, hingga speaking secara intensif melalui program di Kampung Inggris WE.
Kalau kamu tertarik belajar bahasa Inggris dengan praktik yang lebih intensif, belajar di Kampung Inggris WE adalah pilihat yang tepat. Ketuk tombol di bawah untuk mendapatkan informasi selengkapnya. Semoga bermanfaat ya. SEE YA, TA-TA!
