Ketika tidak lolos SNBT tentu saja ada rasa sedih dan kecewa. Apalagi persiapan untuk mengikuti SNBT ini tidak sebentar. Tapi ingat, belum lolos SNBT bukan berarti kamu menjadi seorang pribadi yang gagal. Coba ambil waktu untuk menenangkan diri, lakukan evaluasi dan kemudian mulai lihat pilihan yang masih bisa kamu ambil untuk mewujudkan cita-cita yang telah kamu bangun. Apa saja pilihan yang bisa dilakukan? Kamu bisa pertimbangkan 5 hal berikut ini!
1. Cek Pilihan Kuliah yang Masih Terbuka
Daripada hanya fokus pada “tidak lolosnya” coba cek kembali pilihan kuliah yang masih terbuka. Jika kamu masih sangat ingin masuk ke PTN dengan jurusan yang telah kamu rencanakan dari awal, cari informasi tentang jalur seleksi lain.
Beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) biasanya masih membuka jalur seleksi lain dengan jadwal, syarat, dan mekanisme yang berbeda. Salah satunya adalah jalur mandiri yang biasanya dibuka setelah pengumuman SNBT. Jalur ini umumnya memiliki beberapa jenis seleksi, seperti:
- Jalur mandiri pakai nilai UTBK
- Ujian mandiri dari kampus
- Jalur prestasi
- Jalur kerja sama atau kelas internasional
Untuk update informasi jadwal dan persyaratan seputar jalur mandiri bisa langsung cek di masing-masing PTN yang kamu tuju karena tiap PTN memiliki ketentuan tersendiri.
2. Pertimbangkan Kampus dan Jalur Masuk Alternatif
Kamu juga bisa pertimbangkan kembali jurusan dan juga kampus yang dituju. Jangan hanya terpaku pada satu PTN, bisa coba pertimbangkan PTS sebagai alternatif. Pertimbangkan juga untuk memilih jurusan yang memiliki tingkat keketatan lebih rendah namun tetap memiliki prospek karier yang cerah.
Cari informasi mengenai kampus alternatif yang memiliki program studi yang sesuai dengan minatmu. Cek secara lengkap mulai dari kurikulum, aktivitas mahasiswa, lingkungan belajar, peluang beasiswa, hingga dukungan karier.
Kamu bisa melakukan seleksi melalui berbagai jalur alternatif, mulai dari jalur mandiri, jalur prestasi, jalur vokasi hingga jalur beasiswa.
3. Tentukan Perlu Kuliah Sekarang atau Gap Year
Setelah dinyatakan tidak lolos SNBT, bisa juga untuk memikirkan kembali apakah memang perlu kuliah sekarang atau ambil gap year (rehat) terlebih dahulu.
Jika kamu merasa belum siap untuk melakukan tes jalur lain, atau ingin melakukan evaluasi dan juga menggali lagi minat agar tidak salah memilih jurusan gap year bisa jadi pilihan yang tepat.
Gap year bisa menjadi waktu yang kamu manfaatkan untuk membantu memperoleh pengalaman, meningkatkan keterampilan, mencapai kematangan mental, melakukan persiapan akademik, dan menyusun tujuan yang lebih jelas untuk masa depan.
4. Pilih Kegiatan dan Skill untuk Mengisi Gap Year
Memilih untuk gap year bukan berarti berhenti belajar atau tidak melakukan apa pun. Pada periode gap year (6 bulan – 1 tahun) banyak pilihan kegiatan yang dapat membantu meningkatkan berbagai skill yang bermanfaat untuk masa perkuliahanmu nanti.
Kegiatan gap year yang bisa kamu lakukan diantaranya mengikuti kursus atau pelatihan sesuai minat, belajar bahasa asing, mengikuti magang, membangun portofolio atau personal project, kerja parti-time atau mengambil proyek freelance, hingga menjadi volunteer di komunitas sosial, lingkungan, atau pendidikan.
Dari banyak kegiatan bermanfaat yang bisa dilakukan dalam periode gap year, mengikuti kursus bahasa Inggris menjadi salah satu hal yang harus kamu pertimbangkan. Kemampuan bahasa Inggris, menjadi salah satu skill utama yang harus berhasil kamu kuasai agar mampu bersaing di era globalisasi seperti saat ini.
Bisakah meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dalam waktu singkat? Jawabannya bisa jika kamu belajar di lingkungan yang tepat, seperti di Kampung Inggris Pare.
Mengisi gap year dengan belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris menjadi alternatif yang banyak direkomendasikan. Mengapa? karena selain bisa belajar secara intensif di lingkungan yang imersif, banyak juga skill dan pengalaman lain yang bisa didapatkan sekaligus. Beberapa diantaranya adalah meningkatkan skill komunikasi dan juga terbangunnya koneksi relasi yang lebih luas dengan bertemunya peserta kursus dari berbagai daerah Indonesia.
5. Persiapkan Diri untuk Seleksi Masuk Kuliah Berikutnya
Meskipun memutuskan untuk gap year, jangan lupa dengan persiapan masuk kuliah di tahun selanjutnya. Selama masa gap year kamu bisa mempertimbangkan banyak hal yang terkait dengan perkuliahan.
Kamu bisa mengenali minat dan potensi diri lebih dalam sehingga lebih bijak dalam penentuan jurusan kuliah. Pemilihan jurusan bisa jadi lebih tepat dan bukan hanya mengikuti teman atau tren semata. Bisa sekaligus menyusun rencana belajar dan strategi pengerjaan soal tes agar bisa berhasil di SNBT tahun selanjutnya.
Selama masa jeda, kamu bisa menggunakan 3 bulan pertama untuk melakukan evaluasi pada tes sebelumnya dan melakukan beberapa kegiatan gap year agar tetap produktif.
Memasuki bulan ke 4 hingga ke 8, bisa mulai untuk lebih fokus belajar persiapan tes secara intensif, bisa dibantu dengan mengikuti bimbingan belajar (bimbel). Pada rentang waktu ini jangan lupa juga untuk Rutin melakukan try-out setidaknya setiap dua minggu sekali untuk mengukur skor dan melatih manajemen waktu.
Menginjak bulan ke 9 mulai lakukan persiapan berkas-berkas pendaftaran untuk tes seleksi masuk yang kamu pilih. Tetap susun plan A dan plan dengan persiapan yang matang. Waktu satu tahun sangat cukup untuk menyusun berbagai rencana sehingga jika kembali tidak lolos SNBT, kamu sudah siap untuk lanjut ke seleksi masuk lainnya atau sudah memiliki alternatif kampus yang akan dipilih. Jangan lupa juga untuk menjaga kondisi fisik agar ketika hari – H tes bisa mengerjakan dan menjalaninya dengan maksimal.
Jadi, jangan patah semangat ya untuk kamu yang tidak lolos SNBT di tahun ini. Ingat, ini bukan akhir dari segalanya. Lakukan evaluasi, kenali diri lebih dalam lagi, dan persiapkan diri dengan lebih matang agar bisa mendapatkan hasil maksimal di tahun selanjutnya. Semoga bermanfaat, semangat terus untuk kamu semua!




