Working Holiday Visa Australia 2026: Panduan Lengkap Syarat, Biaya, Cara Daftar, Gaji & Pengalaman

working-holiday-visa-australia

Working Holiday Visa Australia, menjadi salah satu program yang bisa kamu pilih untuk membuat liburan jadi lebih produktif. Bukan sekedar berlibur ke Australia, tapi kamu bisa juga bekerja dan mendapat banyak pengalaman yang sangat bermanfaat untuk pengembangan diri. Bagaimana cara mengikuti program WHV Australia ini? Berapa biayanya? Bagaimana cara daftarnya? Mari ikuti bahasan lengkapnya!


Apa Itu Working Holiday Visa Australia? 

Working Holiday Visa Australia adalah visa yang memperbolehkan anak-anak muda (usia 18 – 30 tahun) untuk berlibur sambil bekerja selama 12 bulan di Australia. Program ini dibentuk oleh pemerintah Australia dengan tujuan mempererat hubungan antarnegara melalui pertukaran budaya, dan juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja di lingkungan internasional.

WHV Australia ini memiliki dua kategori, yaitu subclass 417 (Working Holiday Visa) dan subclass 462 (Work and Holiday Visa). Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) visa yang digunakan adalah subclass 462 (Work and Holiday Visa) dengan kuota sebanyak 4.100 visa setiap tahunnya (dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah Australia).

Selama masa berlaku visa, pemegang visa bisa berwisata ke seluruh penjuru Australia dan sekaligus bekerja di berbagai sektor seperti Hospitality (hotel, restoran, café), gudang dan logistik, dan pariwisata.

Bukan sekedar berlibur sambil bekerja, mengikuti program WHV Australia juga menawarkan berbagai pengalaman menarik. Beberapa diantaranya adalah menghasilkan pendapatan dalam mata uang Australia (AUD), melatih kemampuan bahasa Inggris secara langsung, membangun jaringan internasional, dan juga menambah pengalaman kerja yang diakui secara global.

Sudah paham kan apa itu Working Holiday Visa Australia? Lalu apa saja syarat untuk bisa mendapatkan WHV ini?


Syarat Working Holiday Visa Australia & Cara Kerja Working Holiday Visa Australia

Bagi kamu yang tertarik dengan program ini, tentu harus memenuhi syarat WHV Australia agar bisa lolos seleksi. Berikut persyaratan dokumen dan kriteria yang harus dipenuhi dan dipersiapkan:

  • Warga negara Indonesia dengan paspor biasa yang masih berlaku minimal 18 bulan
  • Berusia 18 hingga 30 tahun saat mengajukan aplikasi
  • Belum pernah mendapatkan WHV Australia sebelumnya
  • Tidak memiliki tanggungan anak yang ikut selama di Australia
  • Minimal lulusan D3 atau S1, atau sudah menyelesaikan minimal 2 tahun pendidikan tinggi
  • Ijazah dan transkrip nilai harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris
  • Sertifikat IELTS dengan skor minimal 4.5 (Academic atau General), atau tes bahasa Inggris yang setara seperti PTE Academic yang masih berlaku
  • Surat Dukungan untuk Memperoleh Visa (SDUWHV) dari Ditjen Imigrasi RI 
  • Saldo rekening tabungan minimal AUD 5.000 sebagai bukti kemampuan finansial awal sebelum bekerja di Australia dengan melampirkan rekening koran 3 bulan terakhir
  • SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) 
  • Dokumen pendukung lain seperti foto formal, KTP, akta kelahiran 

Setelah semua persyaratan lengkap, bisa langsung melakukan pengajuan visa dan menunggu persetujuan. Ketika sudah dinyatakan lolos seleksi dan berhasil mendapatkan visa, pemegang visa harus masuk ke Australia dalam batas waktu yang ditentukan pada visa. Masa berlaku 12 bulan dimulai sejak pertama kali memasuki Australia. 

Pemegang WHV Australia bebas mencari pekerjaan sendiri, misalnya melalui situs lowongan kerja, agen perekrutan, datang langsung (walk-in) ke perusahaan atau restoran, rekomendasi teman atau komunitas. Tidak ada penempatan kerja otomatis dari pemerintah Australia.

Pada umumnya, pemegang WHV hanya dapat bekerja maksimal 6 bulan pada pemberi kerja yang sama. Karena memiliki visa dan bekerja secara legal, gaji dibayarkan sesuai standar upah Australia dan dikenakan pajak penghasilan sesuai ketentuan. Selain bekerja, pemegang WHV dapat berwisata ke seluruh Australia serta keluar dan masuk Australia selama visa masih berlaku.

Baca lengkapnya: Syarat WHV Australia 2026, Yuk Persiapkan Diri Agar Peluang Lolos Makin Besar


Cara Daftar WHV Australia 

Pendaftaran Working Holiday Visa Australia bagi WNI tidak bisa langsung dilakukan ke pemerintah Australia. Ada dua tahapan yang harus dilakukan, yaitu mengajukan SDUWHV (Surat Dukungan untuk Memperoleh Visa) ke pemerintah Indonesia melalui Ditjen Imigrasi, lalu baru apply ke pemerintah Australia. Berikut adalah cara daftar WHV Australia untuk WNI.

  • Pastikan memenuhi semua persyaratan
  • Ajukan Surat Dukungan (SDUWHV) melalui portal resmi Direktorat Jenderal Imigrasi RI https://sduwhv.imigrasi.go.id/ ketika pendaftaran dibuka.
  • Siapkan dokumen pendukung, seperti paspor, sertifikat bahasa Inggris, ijazah atau dokumen pendidikan, bukti keuangan, dan dokumen lain yang dipersyaratkan.
  • Buat akun ImmiAccount di situs resmi Imigrasi Australia https://immi.homeaffairs.gov.au/.
  • Ajukan Work and Holiday Visa (Subclass 462) secara online dengan mengisi formulir dan mengunggah seluruh dokumen.
  • Bayar biaya aplikasi visa sesuai tarif yang berlaku (AUD 650 menggunakan kartu Visa atau Mastercard internasional).
  • Setelah pembayaran berhasil, sistem akan menerbitkan Referral Letter berisi HAP ID untuk medical check-up
  • Jadwalkan medical check-up di klinik atau rumah sakit yang ditunjuk Kedutaan Australia
  • Jika diminta, lakukan rekam biometrik (sidik jari dan foto wajah) di VFS Global
  • Tunggu proses verifikasi dan keputusan visa melalui email 

Perlu diperhatikan, karena pengajuan WHV Australia ini menggunakan sistem first come, first served jadi segera daftar begitu pendaftaran dibuka karena kuota biasanya habis dalam waktu singkat. Siapkan dokumen sejak dini dan ikuti setiap tahapan sesuai ketentuan agar peluang memperoleh Working Holiday Visa Australia akan semakin besar. Satu lagi,  jangan memesan tiket atau merencanakan keberangkatan sebelum visa resmi disetujui ya.

Berapa Biaya Working Holiday Visa Australia? 

Selain mempersiapkan dokumen, biaya juga sangat penting untuk disiapkan. Biaya Working Holiday Visa yang harus disiapkan terdiri dari biaya pengurusan dokumen, pengajuan visa, hingga biaya hidup ketika sampai di Australia. Berapa biaya yang harus disiapkan? Berikut adalah daftar komponen dan kisaran biaya persiapan Working Holiday Visa 2026.

  • Biaya pengajuan visa = Rp 10.560.000
  • Tes Bahasa Inggris (IELTS/PTE) = Rp 3.000.000 – Rp 3.500.000
  • SKCK Polda & Penerjemah Tersumpah = Rp 500.000 – Rp 1.000.000
  • Pemeriksaan kesehatan = Rp2.000.000 – Rp5.000.000
  • Dana Jaminan (Proof of Funds) = Rp 62.000.000
  • Tiket pesawat Indonesia–Australia = Rp6.000.000–Rp15.000.000
  • Asuransi Kesehatan (1 Tahun) = Rp 5.000.000 – Rp 7.000.000
  • Biaya Hidup (3 Bulan Pertama) = Rp 25.000.000 – Rp 45.000.000

Estimasi biaya visa WHV Australia ini dapat berbeda tergantung pada kebutuhan masing-masing dan harga tiket pesawat saat keberangkatan. Untuk biaya pengajuan visa dan dana jaminan juga dapat berubah tergantung pada nilai tukar rupiah.


Berapa Lama WHV Australia? 

Masa berlaku WHV Australia berapa lama? Work and Holiday Visa (Subclass 462) yang berlaku untuk WNI adalah 12 bulan (1 tahun) untuk visa pertama. Masa berlaku ini terhitung setelah pertama kali masuk Australia. Waktu yang dihabiskan di luar Australia selama visa masih berlaku tidak akan memperpanjang masa berlaku visa. Selama periode tersebut, pemegang visa dapat tinggal, bekerja, berlibur, dan belajar di Australia sesuai dengan ketentuan visa.

Setah First Work and Holiday Visa (Subclass 462) atau visa pertama masa berlakunya habis, visa ini WHV ini dapat diperpanjang hingga tahun kedua dan ketiga. 

Second Work and Holiday Visa berlaku hingga 12 bulan lagi, jika telah memenuhi persyaratan, termasuk menyelesaikan 3 bulan (88 hari) pekerjaan tertentu (specified work) seperti bekerja di sektor pertanian atau regional. 

Third Work and Holiday Visa berlaku hingga 12 bulan selanjutnya, jika telah menyelesaikan 6 bulan specified work saat memegang visa kedua.


Berapa Gaji WHV Australia?

Pemegang Working Holiday Visa dapat bekerja secara legal selama visa masih berlaku. Bisa bekerja di berbagai sektor dalam waktu kerja penuh maupun paruh waktu. Sebagai pekerja legal tentu pemegang WHV memiliki hak untuk mendapat gaji sesuai minimum wage yang berlaku di Australia. 

  • Gaji per Jam: UMR Australia naik menjadi sekitar AUD 26,44 per jam atau Rp. 331.066  per jam. 
  • Gaji Mingguan (38 Jam Kerja): Minimal mendapatkan gaji sekitar AUD 1.004,90  atau sekitar Rp. 12.622.000. 
  • Gaji per Bulan: Gaji rata-rata pekerja di Australia dapat mencapai AUD 3.900–4.3000 (Rp 48 – 53 juta) tanpa lembur.

Sebagian besar peserta WHV bekerja di sektor kasual(casual worker), yang biasanya mendapatkan tambahan upah sebesar 25% (casual loading) sebagai kompensasi absennya hak cuti tahunan. Lalu berapa gaji WHV Australia yang bisa didapat?

  • Sektor Hospitality & Kafe: Berkisar antara AUD 28 s.d. AUD 33 per jam.
  • Sektor Perkebunan (Farm Work): Rata-rata berkisar antara AUD 27 s.d. AUD 32 per jam. 
  • Sektor Jasa Kebersihan (Cleaning & Housekeeping): Kisaran upahnya adalah AUD 29 s.d. AUD 35 per jam, terutama untuk hotel atau area komersial.

Kisaran gaji atau upah di atas merupakan estimasi umum. Tarif atau besaran upah sebenarnya dapat berbeda sesuai lokasi, jam kerja (malam, akhir pekan, hari libur), pengalaman, dan award yang berlaku. 

Jika bekerja pada hari Sabtu, Minggu, malam hari, atau hari libur nasional (Public Holiday), pekerja berhak mendapatkan bayaran tambahan sebesar 1,5 hingga 2 kali lipat dari tarif normal. 

Dengan mendapat gaji sesuai minimum wage dan bekerja secara legal, pemegang WHV memiliki kewajiban untuk membayar pajak penghasilan. Berdasarkan aturan pajak khusus pemegang WHV (Subclass 462), penghasilannya akan langsung dipotong pajak flat sebesar 15% untuk pendapatan hingga AUD 45.000 pertama dalam satu tahun fiskal.  


Pengalaman Peserta WHV Australia 

Berdasarkan pengalaman peserta WHV Australia dari Indonesia yang sudah pernah menjadi pemegang visa, Working Holiday Visa Australia merupakan pengalaman yang sangat berharga. Bisa berlibur ke seluruh penjuru Australia dalam jangka waktu lama dan mendapatkan izin secara legal tentu memberikan banyak pengalaman menarik.Meskipun terkadang ekspektasi dan realitanya tidak selalu sama. 

Misalnya tentang mencari pekerjaan. Sesampainya di Australia, proses mencari peluang untuk bekerja tidak selalu mudah. Apalagi ada banyak juga peserta WHV dari berbagai negara dengan tujuan serupa. Pemegang visa harus mengirim banyak lamaran, berpindah kota, atau menunggu beberapa minggu sebelum mendapatkan pekerjaan pertama. Memiliki skill tambahan atau pengalaman bekerja sebelumnya dapat sangat membantu proses mendapatkan pekerjaan.

Selama masa berlibur dan belum mendapatkan pekerjaan biaya hidup yang dikeluarkan memang cukup tinggi. Biaya akomodasi, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari dapat menguras tabungan. Karena itu, dana cadangan sangat penting untuk dipersiapkan. 

Tetapi, ketika pekerjaan pertama berhasil didapat, peluang gaji diperoleh pun cukup tinggi. Sebagian besar WNI yang mengikuti Working Holiday Visa Australia bekerja di sektor pertanian, perkebunan, hospitality, warehouse, retail, dan cleaning. Rata-rata pekerjaan tersebut adalah pekerjaan paruh waktu. Jadi, dalam satu hari sebagian WNI pemegang visa dapat melakukan beberapa pekerjaan di tempat berbeda untuk menghasilkan upah yang lebih banyak.

Seiring meningkatnya kemampuan bahasa Inggris dan pengalaman kerja, banyak peserta kemudian memperoleh pekerjaan dengan tanggung jawab lebih tinggi dan penghasilan yang lebih besar.

Mengikuti WHV Australia ternyata juga bukan hanya tentang bekerja dan mendapat penghasilan. Tetapi juga tentang bagaimana peserta dapat beradaptasi dengan kebudayaan dan lingkungan yang berbeda.

Banyak Warga Negara Indonesia yang mengalami culture shock pada awal masa tinggal mereka di Australia. Tentu banyak perbedaan yang dirasakan, mulai dari budaya kerja, cara berkomunikasi, biaya hidup, cuaca, hingga gaya hidup. Meski terasa menantang, sebagian besar peserta berhasil beradaptasi setelah beberapa minggu atau bulan. 


Tips Agar WHV Jadi Lebih Menyenangkan

Agar pengalaman WHV lebih menyenangkan, ikuti tips dari alumni WHV berikut ini yuk!

  • Persiapkan dana darurat untuk kebutuhan hidup beberapa minggu pertama.
  • Tingkatkan kemampuan bahasa Inggris sebelum berangkat, terutama listening dan conversation.
  • Pelajari budaya dan etika kerja Australia sebelum berangkat. 
  • Bersikap terbuka terhadap perbedaan budaya. 
  • Bersikap fleksibel terhadap jenis pekerjaan dan lokasi kerja.
  • Pahami hak pekerja, termasuk standar upah, jam kerja, dan keselamatan kerja di Australia.
  • Bangun jaringan dengan komunitas WNI maupun peserta WHV lainnya.

Bagaimana? sudah siap untuk mengikuti Working Holiday Visa Australia 2026? Masih ragu karena merasa kemampuan bahasa Inggris belum mumpuni? Tenang, ada Kampung Inggris WE yang siap membantu kamu untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dalam waktu relatif lebih singkat. Hubungi Tim Kampung Inggris WE untuk cari tahu lebih banyak ya!

Persiapkan diri dari SEKARANG untuk mendapat banyak pengalaman bermanfaat untuk masa depan yang lebih baik! Semangat ya!