Saat ini kamu sedang mempersiapkan beasiswa untuk kuliah atau studi di luar negeri? Universitas mana nih yang sedang kamu incar? Jika Universitas yang kamu tuju berada di negara yang berbahasa Inggris, IELTS menjadi salah satu persyaratan penting yang harus kamu persiapkan.
Mengapa skor IELTS untuk beasiswa studi di luar negeri ini penting? Berapa skor yang harus dimiliki untuk bisa lolos beasiswa? Lalu adakah strategi khusus untuk berhasil mendapatkan skor yang sesuai standar? Semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut tersedia lengkap di sini. Simak pembahasannya satu per satu lengkap sampai selesai ya!


1. Alasan Skor IELTS Jadi Syarat Utama Studi di Luar Negeri
Apa pentingnya IELTS, khususnya untuk studi ke luar negeri? Memiliki skor IELTS sesuai standar menjadi salah satu persyaratan umum untuk bisa melanjutkan studi atau kuliah di luar negeri. Persyaratan ini berlaku bagi kamu yang ingin menempuh studi melalui jalur beasiswa maupun jalur mandiri (tanpa beasiswa). Lalu apa sih yang membuat skor IELTS ini dijadikan sebagai salah satu persyaratan umum?
a. Bukti Kemampuan Bahasa Inggris Akademik
Pertama, IELTS menjadi bukti kemampuan bahasa Inggris akademik. Skor IELTS yang digunakan untuk studi ke luar negeri adalah IELTS academic. Apakah itu? Tes IELTS academic adalah jenis tes yang digunakan untuk mengukur kecakapan kemampuan bahasa Inggris di bidang akademik yang dapat menentukan kesiapan belajar.
Dari hasil tes yang kamu miliki, kampus luar negeri dapat memastikan calon mahasiswa mampu memahami kuliah, jurnal dan buku bahan ajar. Pihak kampus juga ingin memastikan calon mahasiswa bisa mengerjakan berbagai tugas dengan baik, dapat aktif diskusi, dan menjamin kelancaran berkomunikasi dengan dosen maupun teman.
b. Standar Seleksi Beasiswa yang Adil
Alasan selanjutnya adalah IELTS menjadi standar seleksi beasiswa yang adil. Pihak kampus akan menilai semua pelamar beasiswa secara objektif dan setara. Setiap pelamar akan diuji 4 kemampuan mulai dari Listening, Reading, Writing, dan Speaking dengan format tes yang sudah distandarisasi. Hasil tes IELTS yang kamu miliki akan menghindari penilaian subjektif yang jika terjadi pasti akan sangat merugikan tentunya.
c. Skor IELTS untuk Beasisawa Mengurangi Resiko Gagal Belajar
Ketiga, IELTS juga mengurangi resiko gagal belajar. Apa maksudnya? Jika kemampuan bahasa inggris yang kamu miliki lemah tentu akan cenderung kesulitan mengikuti perkuliahan, lambat memahami materi, hingga dapat meningkatkan resiko stres dan tertinggal secara akademik. Nah, dengan dijadikannya IELTS sebagai salah satu persyaratan pengajuan beasiswa pihak kampus juga ingin memastikan semua mahasiswa siap secara bahasa. Ketika sudah siap tentu peluang sukses dalam studi juga jadi lebih besar bukan?
d. IELTS Merupakan Tes Standar Internasional yang Diakui Secara Global
Alasan lainnya adalah, IELTS merupakan tes yang memiliki format terstandar dan hasilnya dapat dibandingkan secara objektif antar pelamar beasiswa dari berbagai negara. Karena hasil yang objektif dan juga akurat hasil tes atau skor IELTS diterima oleh 10.000 lebih Universitas dan juga lembaga internasional.
e. IELTS Dibutuhkan untuk Pengurusan Visa & Imigrasi
Terakhir, skor IELTS juga diperlukan untuk pengurusan visa dan imigrasi. Ketika kuliah di luar negeri tentunya kamu membutuhkan visa pelajar bukan? Nah, di negara-negara yang berbahasa Inggris kamu bisa mendapatkan visa pelajar dengan melampirkan skor IELTS sebagai salah satu persyaratannya.
Selain visa pelajar, jika kamu memiliki rencana panjang untuk berkarir di luar negeri skor IELTS ini juga dapat membantu kamu untuk mendapatkan Graduate Work Visa (pasca-studi)dan juga mengurus proses tinggal dan bekerja setelah lulus.
2. Standar Skor IELTS untuk Beasiswa Masuk Universitas Luar Negeri
Nah, setelah tau alasan mengapa IELTS menjadi salah satu persyaratan umum kamu juga harus tau berapa sih standar skornya. Untuk standar skor ini dapat berbeda-beda tergantung jenis beasiswa, universitas dan juga negara yang dituju. Berapa sih standar skornya?
a. Standar Skor IELTS Berdasarkan Jenis Beasiswa
Berikut ini adalah daftar standar skor IELTS untuk beasiswa belajar di luar negeri:
- Beasiswa Kompetitif Internasional (LPDP, Chevening, Fulbright, Erasmus, Australia Award) : 6.5 – 7.0 (tanpa band < 6.0/6.5)
- Beasiswa Universitas Top / Rangking Tinggi : 7.0 -7.5
- Beasiswa Partial / Regular Scholarship : 6.0 – 6.5
- Foundation / Pathway Porgram : 5.5 – 6.0
b. Standar Skor IELTS Berdasarkan Universitas
Standar skor yang diberlakukan oleh banyak kampus adalah 6.5 dengan syarat tidak ada satupun band yang di bawah 6.0. Universitas juga membagi standar skor berdasarkan jenis program dan jurusan.
- S1 (umum) : 6.0 – 6.5
- S2 / S3 (umum) : 6.5 – 7.0
- Jurusan Kritis Bahasa (Kedokteran, Hukum, Jurnalistik) : 7.0 – 7.5
- Program Diploma / Vokasi / College : 5.5 – 6.0
c. Standar Skor IELTS untuk Beasiswa Berdasarkan Negara
Untuk standar skor masing-masing negara tentunya berbeda-beda. Tapi rata-rata skor yang diminta oleh negara berbahasa Inggris seperti Amerika, Canada, Inggris, Australia, New Zealand adalah 6.5 – 7.0.
Rekomendasi Skor Aman Berdasarkan Standar untuk Beasiswa
Jika targetmu adalah beasiswa penuh di Universitas yang bagus skor IELTS yang harus kamu dapatkan minimal 7.0. Usahakan juga untuk Writing dan Speaking jangan sampai mendapatkan skor di bawah 6.5 agar skor yang kamu miliki benar-benar kuat.


3. Manfaat Memiliki Skor IELTS yang Baik untuk Beasiswa
Melakukan persiapan yang matang tentu akan membawa kamu pada hasil yang maksimal. Mendapat skor IELTS yang baik pasti akan memberikan banyak manfaat bukan? Peluang lolos beasiswa kemungkinannya akan lebih besar, kamu juga jadi lebih percaya diri selama proses seleksi. Untuk menambah semangat persiapan menghadapi tes IELTS agar kamu mendapat skor maksimal berikut kami berikan daftar sederet manfaat yang bisa kamu dapatkan.
a. Memperbesar Peluang Lolos Beasiswa
Seperti yang sudah sempat disebutkan pada paragraf sebelumnya, dengan skor IELTS yang baik tentu akan memperbesar peluang lolos beasiswa studi luar negeri. Melalui IELTS ini, tim beasiswa internasional akan menilai kesiapan akademik para pelamar. Dengan skor IELTS yang baik atau tinggi menunjukkan bahwa kamu sudah siap mengikuti perkuliahan berbahasa inggris, siap mengerjakan berbagai macam tugas, dan juga tentunya mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan baik.
Nilai atau skor IELTS yang tinggi benar-benar menjadi poin plus besar dalam seleksi beasiswa studi luar negeri. Jadi semangat terus untuk berjuang mendapat skor IELTS yang baik ya!
b. Skor IELTS Tinggi Dapat Memperluas Pilihan Universitas
Dengan skor yang tinggi pilihan Universitas juga makin luas. Bahkan kamu jadi kamu tembus beasiswa ke Universitas top dunia seperti Harvard, Cambridge, Oxford atau NUS. Standar IELTS yang ditetapkan oleh Universitas top tersebut rata-rata adalah 7.0 – 7.5. Jika kamu mengantongi skor tersebut ditambah persyaratan lain yang juga mendukung yakin deh langkahmu akan semakin ringan.
c. Mempercepat Proses “Letter of Acceptance” (LoA)
Skor IELTS untuk beasiswa yang baik juga dapat kamu gunakan untuk mendapatkan LoA Unconditional. Apakah itu? LoA Unconditional ini adalah surat penerimaan tanpa syarat. Banyak pemberi beasiswa yang memprioritaskan kandidat yang sudah memiliki surat ini. Jadi jika kamu sudah memilikinya lebih cepat kamu bisa mengamankan posisi beasiswa lebih mudah.
d. Memperkuat Peluang Beasiswa Penuh
Para pelamar beasiswa studi luar negeri tentunya adalah mereka yang memiliki IPK dan CV bagus termasuk juga kamu. Hal ini pastinya membuat proses seleksi berjalan dengan ketat. Kamu bisa mendapat nilai plus dengan skor IELTS yang baik khususnya pada Writing dan Speaking. Bukan hanya terlihat lebih unggul dan matang, kamu juga akan memiliki peluang besar untuk mendapat beasiswa penuh atau full scholarship. Menarik bukan?
e. Membantu untuk Adaptasi Studi dan Hidup di Luar Negeri
Manfaat yang tentunya akan sangat membantu adalah kamu jadi lebih mudah dalam adaptasi studi dan juga hidup di luar negeri. Jika kamu berhasil mendapat skor IELTS yang bagus atau tinggi, tentu kemampuan bahasa Inggris yang kamu miliki juga sudah sangat baik. Dengan kemampuan bahasa yang kuat kamu akan lebih mudah dalam beradaptasi di lingkungan perkuliahan dan juga keseharian. Mengerjakan berbagai tugas, diskusi hingga komunikasi harian sudah pasti berjalan dengan baik.
4. Persiapan IELTS untuk Beasiswa Calon Mahasiswa Internasional
Agar dapat merasakan manfaat dari skor IELTS yang tinggi tentu kamu harus melakukan persiapan yang matang. Ingat, bukan hanya mengikuti tes tapi berhasil mendapatkan skor IELTS yang tinggi. Lalu apa saja persiapan yang harus dilakukan? Ikuti tips persiapan tes berikut untuk mendapat skor IELTS untuk beasiswa yang tinggi yuk!
a. Tentukan Target Skor IELTS Berdasarkan Jenis Beasiswa dan Universitas yang Kamu Tuju
Sebelum memulai proses belajar kamu hari memastikan berapa sih target skor yang ingin kamu capai. Target skor ini bisa kamu tentukan berdasarkan jenis beasiswa dan universitas mana yang akan kamu tuju. Untuk standar skor rata-rata sudah ada di bahasan pada poin nomor 2 ya.
Selain total skor, kamu juga harus benar-benar memperhatikan minimum per band khususnya writing dan speaking yang seringkali jadi penentu. Jangan sampai skor untuk writing dan speaking berada di bawah 6.5 agar berada di posisi aman.
b. Pahami Struktur dan Format Tes Dengan Baik
Setelah target skor ditentukan, kamu juga harus memahami struktur dan format tes dengan baik. Pada IELTS ada empat kemampuan yang diujikan dengan rincian sebagai berikut :
- Listening : 40 soal, 4 bagian
- Reading : 3 teks panjang
- Writing : Task 1 (grafik/letter), Task 2 (essay)
- Speaking : Interview dengan durasi antara 11 – 14 menit
Jadi, dalam proses belajar bukan hanya sekedar latihan bahasa Inggris umum. Tapi kamu harus berlatih dengan mengikuti format resmi yang sudah ditentukan.
c. Lakukan Diagnosis Kemampuan Awal (Mock Test)
Kamu juga harus mengetahui kemampuan bahasa Inggris yang kamu kuasai saat ini dengan mengikuti simulasi tes atau mock test. Lakukan simulasi tes menggunakan materi resmi dari Cambridge IELTS Practice Papers.
Setelah simulasi tes dilakukan, identifikasi kelemahan berdasarkan hasil tes tersebut. Apakah ada masalah dengan manajemen waktu saat sesi Reading? Atau kamu masih kesulitan dalam menuangkan ide pada sesi Writing? Dengan mengetahui kelemahan lebih awal, kamu jadi bisa fokus memperbaiki bagian yang kurang ini.
d. Atur Strategi Per Sesi Ujian IELTS untuk Beasiswa
Untuk memudahkan pengerjaan saat tes berlangsung kamu bisa berlatih dengan mengatur strategi per sesi ujian. Rancangan strategi yang bisa kamu lakukan adalah:
- Listening : Biasakan telinga dengan mendengar berbagai aksen mulai dari British, American, Australian. Kamu bisa mendengarkan podcast BBC Learning English atau TED Talks sebagai materi belajar.
- Reading : Biasakan untuk menggunakan teknik skimming (mencari ide utama) dan scanning (mencari detail spesifik) dalam setiap sesi latihan. Jangan membaca setiap kata yang ada karena akan berpengaruh pada waktu pengerjaan.
- Writing : Gunakan esai dengan struktur yang benar dalam setiap sesi latihan. Fokus pada keterhubungan antar kalimat (Cohesion and Coherence) dan lebih baik gunakan Academic Vocabulary.
- Speaking : Kamu bebas berlatih berbicara sendiri maupun dengan teman. Setiap sesi latihan, rekam suaramu untuk mengevaluasi kelancaran (fluency) dan pengucapan (pronunciation).
e. Gunakan Sumber Belajar yang Tepat
Hal yang harus juga kamu perhatikan dalam melakukan persiapan tes IELTS adalah memilih sumber belajar yang tepat. Yup, jangan sampai salah dalam memilih sumber belajar ya. Sumber belajar yang tepat adalah sumber belajar yang sesuai dengan format aslinya. Beberapa sumber belajar yang direkomendasikan adalah:
- Cambridge IELTS Series (1–18)
- Official IELTS Practice Materials
- IELTS Liz / British Council practice
f. Latihan Manajemen Waktu
FYI, banyak kandidat yang gagal bukan karena tidak bisa bahasa Inggris loh tapi karena mereka kehabisan waktu pada saat sesi tes. Nah, maka dari itu manajemen waktu juga menjadi hal penting yang dapat menentukan keberhasilan dalam mencapai skor sesuai target.
Agar kamu lebih siap, lakukan latihan dengan juga mengatur waktu yang sesuai dengan format tes. Kamu bisa menggunakan timer sebagai pengingat pada setiap soal atau sesi. Hati-hati dalam pengerjaan soal Reading. Kamu hanya memiliki waktu sekitar 20 menit dalam per teks. Jadi jangan sampai waktumu habis karena terpaku pada soal yang sulit ya. Gunakan teknik pengerjaan yang tepat agar waktu yang tersedia bisa kamu manfaatkan dengan maksimal.
5. Kesalahan Umum Saat Mempersiapkan Skor IELTS untuk Beasiswa
Persiapan yang matang tentu dapat membantu untuk mendapat hasil yang maksimal. Untuk membuat kamu lebih siap hindari beberapa kesalahan umum saat mempersiapkan tes IELTS berikut ini ya.
a. Hanya Fokus pada Skor, Bukan Meningkatkan Keterampilan
Target skor yang sudah kamu tentukan juga harus dibarengi dengan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Jadi, jangan hanya fokus pada angka tetapi fokus pada cara untuk bisa mendapat skor yang sesuai target.
Perbaiki grammar, perbanyak kosakata akademik. tingkatkan kemampuan memahami teks panjang, perbaiki kemampuan menjelaskan ide secara runtut wajib untuk kamu lakukan. Ketika kemampuan bahasa membaik skor akan mengikuti kok!
b. Melakukan Latihan Soal Tanpa Evaluasi Kesalahan
Latihan soal merupakan hal yang penting dalam persiapan ujian IELTS. Tapi meskipun dilakukan berulang kali tanpa evaluasi ya tentu tidak benar bukan? Jika hanya melakukan latihan soal saja tanpa analisa kesalahan hanya membuat kesalahan yang sama terus berulang.
Kamu bisa melakukan evaluasi setiap kali selesai melakukan latihan soal. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan adalah memahami jenis soal yang sering salah, cari alasan kesalahannya (manajemen waktu, kosakata kurang atau strategi yang tidak tepat), atur cara untuk menghindari kesalahan yang serupa pada latihan selanjutnya.
c. Kurang Memahami Instruksi dan Format Tes IELTS untuk Beasiswa
Kesalahan umum yang juga banyak terjadi adalah kurang memahami instruksi dan format tes. Jadi seringnya kelebihan kata di Writing Task 1 & 2, jawaban grammar salah di Listening, melewatkan kata kunci di Reading. Hal ini bisa dihindari dengan melakukan latihan sesuai format IELTS.
d. Menghafal Template Writing atau Speaking
Jangan sampai kamu melakukan hafalan template untuk sesi Writing dan Speaking karena bisa berakibat fatal. Penguji bisa mengenali template hafalan dari struktur yang kaku, kalimat tidak natural, hingga ide yang tidak relevan dengan pertanyaan.
Cara menghindarinya adalah gunakan kerangka yang fleksibel dan mudah dikembangkan pada saat ujian berlangsung.
e. Kurang Berlatih Writing dan Speaking
Writing dan Speaking menjadi band yang sering jadi penyebab skor jatuh. Kurangnya waktu latihan tentu menjadi penyebab utamanya. Kamu bisa berlatih writing dengan 2 – 3 esai perminggu dengan feedback. Jangan lupa juga rekam diri saat latihan speaking untuk kemudian dilakukan evaluasi.
Baca:
- 5 Tips Sederhana Untuk Membuat Belajar Writing Lebih Mudah Mudah Belajar Writing, Wajib Dicoba!
- Tips Fasih dan Lancar Speaking Bahasa Inggris Wajib Banget Kamu Coba!
f. Menggunakan Sumber Latihan yang Tidak Terpercaya
Hati-hati dalam memilih sumber latihan. Meskipun saat ini berbagai materi sangat mudah didapat tapi tidak semua berasal dari sumber yang kredibel atau terpercaya. Ciri dari sumber yang abal-abal adalah format tidak sesuai, jawaban keliru dan gaya soal yang tidak sesuai.
g. Tidak Konsistensi Ketika Belajar dan Latihan
Belajar dengan asal-asalan tentu bukanlah hal yang benar. Ketika kamu tidak konsisten ya tidak akan menunjukkan progres yang signifikan. Agar bisa konsisten kamu bisa merancang study plan harian dan mingguan yang berisikan target tiap skill, sesi review kesalahan dan juga simulasi tes secara berkala.
Ingat! Belajar rutin dalam waktu 30 – 60 menit tiap hari akan menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibanding dengan belajar intens 1 -2 lalu berhenti. Belajar maraton seperti ini (1 -2 minggu lalu berhenti) akan menunjukkan hasil yang tidak stabil.
h. Panik Saat Ujian dan Manajemen Waktu Berantakan
Kesalahan umum yang juga banyak menyebabkan kegagalan adalah panik saat ujian dan manajemen waktu yang berantakan. Karena terlalu lama di satu soal akhirnya panik dan tidak menyelesaikan soal yang lalin. Maka dari itu kamu juga harus melatih timing dan strategi ya selain memahami isi materinya.


6. Tips Memilih Program atau Kursus IELTS untuk Beasiswa yang Tepat
Jika kamu kesulitan ketika mencoba belajar secara mandiri, mengikuti kelas kursus IELTS adalah opsi lain yang bisa kamu pilih. Dalam menentukan program atau kelas kursus ini tidak boleh sembarangan ya. Kamu harus memastikan program atau kursus IELTS benar-benar tepat dan dapat membantu proses persiapan yang kamu lakukan. Agar tidak salah pilih, kamu bisa mengikuti tips berikut sebagai bahan pertimbangan dalam memilih program atau kelas kursus IELTS.
a. Cek Kualifikasi dan Pengalaman Pengajar
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kamu harus memastikan kualifikasi dan pengalaman pengajar. Pilih program atau kelas kursus dengan pengajar yang sudah bersertifikat (TESOL/TEFL/CELTA). Pastikan juga sudah memiliki pengalaman mengajar IELTS bukan hanya sekedar grammar saja. Lagi, yang tidak kalah penting adalah pastikan pengajar memiliki kemampuan untuk mengevaluasi khususnya pada essay dan speaking jadi bukan hanya terus melakukan latihan tanpa evaluasi apapun.
b. Pastikan Menggunakan Materi Resmi dan Terstandar
Selain pengajar, pastikan juga program atau kelas kursus IELTS yang akan kamu pilih menggunakan materi resmi yang sudah terstandar. Kursus yang ideal akan menggunakan materi dari Cambridge IELTS Series, Official Practice Materials dan melakukan simulasi tes dengan format asli.
Hindari program atau kursus yang menggunakan soal buatan sendiri dan terlalu banyak menawarkan tips cepat tanpa latihan akademik.
c. Pilih Program IELTS yang Sesuai dengan Timeline Beasiswa
Kamu juga harus mempertimbangkan waktu dan juga durasi kursus. Idealnya kursus harus kamu mulai 3 – 6 bulan sebelum deadline. Hal ini dapat membantu kamu memastikan memiliki waktu yang cukup untuk mencapai skor sesuai target.
Pilih program yang juga menyediakan opsi retake dan coaching tambahan sebagai opsi bila ternyata skor belum cukup.
d. Pilih Format Kelas IELST untuk Beasiswa Sesuai Gaya Belajar
Sesuaikan juga format kelas yang sesuai dengan gaya belajarmu. Apakah kamu lebih nyaman kursus private 1 on 1 untuk fokus ke kelemahan yang spesifik. Mengikuti kelas small grup dengan 3 – 8 orang dengan diskusi lebih aktif. Memilih kelas online agar waktu lebih fleksibel. Atau mengikuti kelas intensive untuk mengejar deadline beasiswa?.
Kebutuhan setiap orang tentu berbeda-beda. Pastikan format kelas yang kamu pilih benar-benar sesuai dengan gaya belajarmu. Oh ya, pastikan juga total jam latihan cukup ya minimal 30- 40 jam efektif.
e. Cari Informasi Mengenai Fasilitas Pendukung
Sebelum menentukan pilihan pastikan juga ada tidaknya fasilitas pendukung. Program atau kelas kursus yang bagus biasanya akan memberikan fasilitas pendukung seperti placement test awal + progress test berkala, akses bank soal & rekaman listening,konsultasi strategi beasiswa / kampus,simulasi full mock test jelang ujian.
f. Jangan Tergiur Dengan Promo Skor IELTS untuk Beasiswa Tinggi dan Harga Murah
Jika ingin melakukan perbandingan jangan sekedar membandingkan harga ya bandingkan value yang diberikan. Pertimbangkan jumlah jam belajar, intensitas feedback, koreksi Writing, evaluasi Speaking, reputasi lulusan, dan testimoni jelas yang sudah terverifikasi.
7. Kesimpulan
Nah, sampai sini kamu sudah tahu kan mengapa IELTS penting, terutama untuk lanjut studi ke luar negeri? Skor IELTS untuk beasiswa studi luar negeri ternyata memang penting bukan? Kamu harus mempersiapkannya dengan matang. Gali lebih banyak informasi tentang beasiswa yang akan kamu aplly. Atur strategi belajar dan jangan lupa juga untuk mempetimbangkan waktu agar semua berjalan sesuai target.
Oh iya, jangan hanya sekedar mengejar skor minimal ya. Lakukan usaha penuh dan targetkan skor setinggi mungkin agar dapat membuka lebih banyak peluang. Skor tinggi akan memberikan kesan pertama yang positif dan kuat pada tim seleksi beasiswa.
Selalu ingat juga harus selalu konsisten dalam setiap proses agar menghasilkan progres yang baik ya. Selalu semangat, kamu pasti bisa masuk ke Universitas impianmu dengan beasiswa penuh! Selamat berjuang!

