Kapan Menggunakan Was dan Were? Ini Cara Penggunaan dan Perbedaannya!

kapan menggunakan was dan were

Kata was dan were, merupakan dua kata yang sering muncul dalam bacaan maupun percakapan bahasa Inggris. Keduanya memiliki arti dan tata cara penggunaan yang berbeda. Kapan menggunakan was dan were? Ini dia penjelasannya!


Apa Itu Was dan Were?

Was dan were merupakan bentuk lampau dari kata kerja to be dalam bahasa Inggris. Was digunakan untuk subjek tunggal seperti I, he, she, it, sedangkan were digunakan untuk subjek you, we, they. 


1. Kapan Menggunakan Was dan Were?

Kedua kata ini digunakan dalam simple past tense untuk menyatakan keadaan, kondisi, identitas, lokasi, atau situasi kejadian di masa lalu atau waktu lampau.

Selain itu, digunakan juga dalam bentuk past continuous tense untuk menyatakan kejadian yang sedang berlangsung di masa lalu.


2. Perbedaan Was dan Were Secara Singkat

Perbedaan utama dari was dan were terletak pada subject yang mengikutinya. Untuk was digunakan untuk I, he, she, it, dan kata benda tunggal. Sementara were digunakan untuk You, we, they, dan kata benda jamak. 


Kapan Menggunakan Was?

Kata was merupakan bentuk lampau dari subjek tunggal orang pertama dan ketiga yang digunakan untuk menyatakan keadaan, kondisi, identitas, lokasi, atau situasi kejadian di masa lalu.


1. Was untuk I, He, She, dan It

Was digunakan bersamaan dengan subjek I, He, She, dan It. Penggunaannya diikuti oleh kata sifat (adjective), kata benda (noun), kata keterangan (adverb), atau kata kerja berakhiran -ing. 


2. Contoh Penggunaan Was dalam Kalimat

Untuk memahami penggunaan was lebih jelas, bisa simak contoh kalimat berikut ini:

  • I was sick yesterday. (Saya sakit kemarin.)
  • He was very tired last night. (Dia sangat lelah tadi malam.) 
  • She was my teacher last year. (Dia adalah guru saya tahun lalu.) 
  • It was raining hard yesterday afternoon. (Hujan turun dengan deras kemarin sore.) 


Kapan Menggunakan Were?

Jika was digunakan untuk subjek tunggal, were digunakan untuk subjek jamak (lebih dari satu) serta subjek orang kedua untuk menyatakan keadaan, kondisi, identitas, lokasi, atau situasi kejadian di masa lalu.


1. Were untuk You, We, dan They

Were digunakan bersamaan dengan subjek You, We, They. Digunakan untuk subjek jamak seperti my friends, the children, atau three books. Dalam susunan kalimat, was diikuti oleh kata sifat (adjective), kata benda (noun), kata keterangan (adverb), atau kata kerja berakhiran -ing.


2. Contoh Penggunaan Were dalam Kalimat

Berikut adalah contoh penggunaan were dalam kalimat bahasa inggris:

  • You were very busy yesterday. (Kamu sangat sibuk kemarin.)
  • We were very happy to see you. (Kami sangat senang melihatmu.) 
  • They were at school yesterday. (Mereka berada di sekolah kemarin.)
  • The children were happy. (Anak-anak itu bahagia.)
  • My friends were late this morning. (Teman-teman saya terlambat pagi ini.)


Penggunaan Was dan Were dalam Kalimat

Was dan were, keduanya dapat digunakan dalam kalimat positif, negatif, ataupun tanya. Struktur kalimatnya berubah tergantung pada jenis jenis kalimatnya:


1. Was dan Were dalam Kalimat Positif

Ketika digunakan pada kalimat positif, was/were diletakkan langsung setelah subjek.

Rumus atau pola untuk kalimat positif adalah:

Subjek + was / were + Kata Sifat / Benda / Keterangan 

Contoh penggunaan was dalam kalimat positif (I/He/She/It + was):

  • I was a student here in this junior high school five years ago. (Saya adalah murid di SMP ini lima tahun yang lalu.)
  • Siska was a friend of your sister. (Siska adalah teman dari saudara perempuanmu.)
  • Reza was born in Bandung twenty five years ago. (Reza lahir di Bandung dua puluh lima tahun yang lalu.)
  • It was my second time to come here. (Ini kali kedua aku datang ke sini.)


Contoh penggunaan were dalam kalimat positif (You/We/They + were):

  • You were very busy yesterday. (Kamu sangat sibuk kemarin.)
  • We were in Blitar last week. (Kita ada di Blitar minggu lalu.)
  • They were at school yesterday. (Mereka berada di sekolah kemarin.)
  • They were finishing their homework when I came. (Mereka sedang menyelesaikan PR ketika aku datang tadi.)
  • Oranges were her favorite fruit. (Jeruk adalah buah kesukaannya dulu.)
  • My friends were late this morning. (Teman-teman saya terlambat pagi ini.)


2. Was dan Were dalam Kalimat Negatif

Penggunaannya dalam kalimat negatif perlu menambahkan kata not setelah was atau were. Was not bisa disingkat menjadi wasn’t, dan were not menjadi weren’t. 

Rumus atau pola kalimat negatif adalah:

Subjek + was/were + not + … 

Contoh penggunaan was dalam kalimat negatif (I/He/She/It + was + not + …) :

  • I wasn’t the bad guy. (Aku bukanlah lelaki jahat.)
  • He wasn’t my boyfriend! (Dia bukan pacarku!)
  • She wasn’t at home. (Dia tidak berada di rumah.) 
  • Riko wasn’t cleaning his room at this time yesterday. (Riko tidak sedang membersihkan kamarnya di waktu ini kemarin.)
  • It wasn’t mine. (Itu bukan milikku.)


Contoh penggunaan were dalam kalimat negatif (You/We/They + were + not + …) :

  • You weren’t listening to her. (Kamu tidak sedang mendengarkannya.)
  • We weren’t busy. (Kami tidak sibuk.)
  • We weren’t a friend since the first place. (Kita semenjak dari awal memang bukanlah teman.)
  • They weren’t playing badminton yesterday. (Mereka tidak sedang bermain bulutangkis kemarin.)
  • The boxes weren’t on the table a minute ago. (Kotak-kotaknya tidak ada di meja beberapa menit yang lalu.)


3. Was dan Were dalam Kalimat Tanya

Dalam kalimat tanya, was atau were diletakkan di awal kalimat sebelum subjek. Cara menjawab pertanyaan dengan was atau were adalah menggunakan “Yes, I was”, “No, I wasn’t”, atau “Yes, we were”, “No, we weren’t”.

Rumus atau pola kalimat tanya adalah:

Was/Were + Subjek + … + ? 

Contoh penggunaan was dalam kalimat tanya (was + I/He/She/It + … ?) :

  • Was she happy? (Apakah dia bahagia?) → Yes, she was. / No, she wasn’t.
  • Was there a cat in the old house? (Apakah ada seekor kucing di rumah tua itu?) → Yes, there was. / No, there wasn’t.
  • Was Luna smart at school? (Apakah dulu Luna pintar ketika masih di sekolah?) → Yes, she was. / No, she wasn’t.
  • Was the car in good condition? (Apakah mobil dalam kondisi yang bagus?) → Yes, it was. / No, it wasn’t.


Contoh penggunaan were dalam kalimat tanya (Were + You/We/They+ … ?) :

  • Were they at school? (Apakah mereka berada di sekolah?) →  Yes, they were. / No, they weren’t.
  • Were they in my house? (Apakah mereka ada di rumahku?) →  Yes, they were. / No, they weren’t.
  • Were your sisters okay after the accident? (Apakah kakak-kakakmu baik-baik saja setelah kecelakaan?) →  Yes, they were. / No, they weren’t.
  • Were you studying when I called? (Apakah kamu sedang belajar ketika aku memanggilmu?) →  Yes, I am. / No, I am not.


Apa Perbedaan Was dan Were?

Memahami perbedaan keduanya, dapat membantu dalam mengetahui kapan menggunakan was dan were. Secara fungsi keduanya sama-sama merupakan bentuk lampau (past tense). Perbedaan utamanya terletak pada subjek yang menggunakannya.


1. Perbedaan Was dan Were Berdasarkan Subjek

Was digunakan ketika subjeknya adalah orang pertama tunggal (I) dan orang ketiga tunggal (He, She, It, nama orang tunggal, atau benda tunggal). Sedangkan Were digunakan ketika subjeknya adalah orang kedua (You) dan subjek jamak (We, They, nama orang lebih dari satu, atau benda jamak).

Ringkasnya seperti ini:

Was → I, He, She, It

Were → You, We, They


2. Tabel Penggunaan Was dan Were

Agar lebih mudah memahaminya, kita rangkum dalam bentuk tabel berikut ini:

Subjek To Be Sekarang To Be Lampau Contoh Kalimat
IamwasI was tired. 
HeiswasHe was here. 
SheiswasShe was at home. 
ItiswasIt was cold. 
YouarewereYou were busy. 
WearewereWe were students. 
TheyarewereThey were happy. 

Baca juga: Penggunaan Do, Does dan Did dalam Bahasa Inggris


Apakah Bisa Menggunakan “If I were”?

Were dapat juga digunakan bersamaan subjek “I” dengan pengecualian penting. Dalam bentuk “If I were” digunakan dalam kalimat pengandaian (conditional sentence type 2). 


1. Penggunaan Were untuk Situasi Pengandaian

Were dapat digunakan bersama I menyatakan situasi yang tidak nyata, khayalan, atau pengandaian yang berlawanan dengan fakta saat ini dalam bentuk “If I were”. Penggunaan were dalam pengandaian ini sering disebut sebagai subjunctive atau past subjunctive.

Jadi, meskipun aturan dasarnya adalah I diikuti dengan was, ada pengecualian ketika I digunakan dalam pengandaian. 

Contoh perbandingannya adalah sebagai berikut:

  • I was tired yesterday. (Saya memang lelah kemarin.) → kejadian nyata
  • If I were you, I would rest. (Jika saya jadi kamu, saya akan beristirahat.) → pengandaian


2. Contoh Kalimat Penggunaan “If I were”

Agar lebih memahami penggunaan “If I were” sebagai kalimat pengandaian, simak melalui contoh berikut ini yuk:

  • If I were you, I would take that job offer. (Jika saya jadi kamu, saya akan mengambil tawaran pekerjaan itu.) →  Faktanya: Saya bukan kamu.
  • If I were rich, I would buy a big house. (Jika saya kaya, saya akan membeli rumah besar.) → Faktanya: Saya tidak kaya.
  • If I were the manager, I would change the rules. (Jika saya menjadi manajer, saya akan mengubah peraturannya.) → Faktanya: Saya bukan manager.
  • If I were you, I wouldn’t worry too much. (Jika saya jadi kamu, saya tidak akan terlalu khawatir.) →  Faktanya: Saya bukan kamu.
  • If I were taller, I could join the basketball team. (Jika saya lebih tinggi, saya bisa bergabung dengan tim basket.) Faktanya: Saya pendek.

Nah, seperti itulah penjelasan lengkap mengenai kapan menggunakan was dan were dengan tepat. Sudah lengkap juga dengan tabel perbandingan dan contoh penggunaannya dalam kalimat bahasa Inggris. Jadi lebih paham kan tentunya? Semoga bermanfaat dan membuat semangat belajar jadi meningkat ya. Semangat!